Bunga Pinus
Sejenis bunga pada umumnya
Hanya saja dia kokoh, kuat
Sekedipan matapun, pernahkah ada saya Tuan?
Sehari pun pernah kah ada saya Tuan?
Pernahkah ada saya dalam fikir Tuan?
Pernahkah terucap nama saya pada bibir Tuan?
Kapan saya bisa tinggal di hati Anda Tuan?
Jatuh tapi pelan...
Tapi menyejukkan,
Tapi tidak sampai relung,
Hujan malam ini grimis saja,
Tapi bertahan lama,
Lagu mendayu menyatu,
Merebahkan badan malas tak juga beranjak,
Menunggu sang puan yang tak juga datang,
Sakit
Tapi tak dirasa,
Berlinangan tapi sudah biasa.
"Suatu hari nanti mungkin saja aku telah mengikhlaskanmu bersama bahagiamu, Atau mungkin kau bahagia bersama anak-anak kita 😁"
Apa iya Anda (Tuan) tahu tentang apa yang ku tulis disini?
Hari Minggu malam aku ingin menghabiskan malam ku dengan mu
Ya...meski cuman lewat media tidak secara langsung.
Malam ini?
Jalanan cukup ramai,
Banyak kendaraan orang berlalu-lalang.
Aku hanya ingin bertanya
Sedang apa?
Masihkah sibuk dengan game kesukaanmu?
Aku sedang keluar sebentar dengan Ely,
Jenuh dikamar nunggu kabar darimu,
Maka dari itu keluar sebentar biar enggak jenuh
Fisik? Sempurna bisa dikatakan, karena saya bersyukur atas penciptaku.
Cantik? Relatif...tapi kalau Anda menginginkan seperti halnya Raisa saya jauh dari itu.
Pendidikan?karena faktor biaya(mungkin) saya cuman lulusan SMK, memang soal pendidikan bisa lewat Bidikmisi, berhubung sekolah saya swasta jadi susah.
Tentang urusan agama saya mencoba memperbaiki dan memperbaiki.
Keluarga? Apa daya saya yang hanya memiliki seorang ibu, sedang bapak sudah tiada.
Tentang urusan mandiri? Setelah lulus SMK saya sudah mandiri, sebisa mungkin tidak meminta uang pada ibuku, malah saya yang memberinya.
Setia? Apalagi, saya setia kepada pendirian tetap saya.
Apa iya aku bisa membuatmu jatuh cinta?
Sedang keluargamu berada,
Pendidikanmu tinggi.
Senja hari ini.
Tenang diam,
Tak terdengar hujan seperti
Halnya kemarin
Jika orang pada umumnya
Menginginkan senja
Seperti hari ini,
Berbeda denganku,
Aku lebih menginginkan
Senjaku ditemani hujan
Yang menari di depanku
Seakan memainkan kolosal
Ingatan dulu
Bersantai dengan aroma sejuk udaranya.
Di teras,
Tertegun
Duduk sendiri bersama kopi.
(Mungkin)
Dengan dua cangkir kopi
Dan percakapan kecil,
Bisa membuat hujan berbalik
Tertegun memperhatikan.
-l.s-
Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu
Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu