Sabtu, 30 Juli 2016

Catatan pendek untuk cinta yang panjang

"Perasaan itu seperti laut, jika sudah tak terkendali, akan menghancurkan"

Saat pertama baca novel karangan uda boy Chandra ini, rasanya hampir mirip dengan kisah saya, bedanya uda boy, bisa ngerealisasikan, saya enggak.

Perihal menyatakan perasaan
Di bab pertama ini saya menandai kata-kata ini " Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang memilih memendam. Seperti aku misalnya, aku takut perasaanku tak berbalas. Meski aku tahu,  kemungkinan terburuk dari mencintai hanyalah tidak dicintai kembali. Dan itu, sesungguhnya tidak teramat buruk. Bahkan ada yang lebih buruk dari itu, saat aku tidak berani menyatakan perasaan. Aku akan dihantui pertanyaan seumur hidup;  apa kau pernah mencintai aku juga?
⚫Mencintaimu saja sudah bahagia
Aku hanya ingin menumpahkan rindu didadamu. Bukan untuk memilikinya. Aku hanya ingin menumpang harap dipelukmu. Bukan untuk memaksamu mewujudkannya. Aku hanya ingin mencintaimu,  tanpa pernah memaksamu untuk kembali membalas Cinta. Aku hanya ingin melakukan hal-hal yangbtak membuat hatiku menyesal nanti bila tak melakukannya.
"Karena bagiku mencintaimu saja adalah hal istimewa"
⚫Chatting
menulis chat untukmu membuatku harus berpikir lebih. Mencari kalimat yang kipikir tepat. Padahal kalau dipikir lagi tak ada yang perlu ditakutkan.
Apa semua orang merasakan hal yang seperti ini? Atau hanya aku yang terlalu membaw hati? Yang pasti bagaimanapun deg-degan chatting denganmu,  tetap saja hal yang menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar